Ekonomi & BisnisDaerah

Wagub Sultra Konsolidasikan Ekspor Non-Tambang, Hugua: Rebut Peluang Dari Tangan Orang Lain

137
×

Wagub Sultra Konsolidasikan Ekspor Non-Tambang, Hugua: Rebut Peluang Dari Tangan Orang Lain

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, menggelar audiensi bersama para pelaku ekspor sebagai bagian dari upaya konsolidasi ekspor non-tambang demi meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah

KENDARI — SULTRAICON.COM.|| Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, menggelar audiensi bersama para pelaku ekspor sebagai bagian dari upaya konsolidasi ekspor non-tambang demi meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Zahra Syariah Kendari, Selasa (29/7/2025).

Dengan mengangkat tema “Merebut Peluang Ekspor Non-Tambang Sultra dari Tangan Orang Lain”, forum ini bertujuan memperkuat keterlibatan pelaku lokal dalam rantai perdagangan global, serta mendorong kontribusi ekspor non-tambang terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

Audiensi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Staf Ahli Gubernur Sultra, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sultra, sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, asosiasi pengusaha seperti HIPMI dan KADIN Sultra, mitra eksportir, manajemen PT Pelindo, serta para pelaku UMKM.

Dalam paparannya, Wakil Gubernur Hugua menegaskan bahwa Sultra memiliki potensi besar di sektor kelautan dan daratan. Namun, ia menyayangkan banyaknya komoditas unggulan daerah yang justru nilai ekspornya tercatat di provinsi lain seperti Surabaya atau Jakarta. “Lautnya oke, daratnya oke, komoditasnya keren-keren, tapi mengapa justru nilai ekspornya dicatat oleh daerah lain, padahal produksinya dari kita,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini banyak produk Sultra diekspor melalui daerah lain, sehingga secara statistik tidak tercatat sebagai kontribusi ekonomi Sultra. “Kita punya produksi, tapi nilainya diambil pihak lain. Maka kita harus rebut kembali. Produk-produk itu harus jadi bagian dari ekspor-impor Sultra. Inilah awal mula konsolidasi ini,” tegasnya.

Wagub menjelaskan bahwa konsolidasi ekspor sektor perikanan telah menunjukkan hasil positif, dengan total 98 ton ekspor tercatat berkat koordinasi lintas instansi, termasuk Bea Cukai, Badan Karantina, Pelindo, dan mitra pelayaran.

Ia mengungkapkan bahwa 94 persen data ekspor Sultra saat ini masih didominasi sektor tambang, sedangkan non-tambang hanya 6 persen, meski sektor seperti perikanan dan pertanian menyumbang 23 persen terhadap PDRB daerah.

Wagub juga menekankan perlunya penguatan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada sektor tambang tidak bisa menjadi tumpuan jangka panjang, mengingat potensi cadangan yang terbatas.

Dalam forum tersebut, Bea Cukai Kendari mengonfirmasi bahwa sistem ekspor dari Kendari saat ini sudah berbasis paperless dan memudahkan proses ekspor bagi pelaku usaha. Hal ini membuka peluang besar bagi UMKM dan pelaku industri kecil untuk masuk ke pasar ekspor dengan lebih mudah.

Audiensi ini ditutup dengan diskusi strategis bersama Bank Indonesia, Pelindo, dan para mitra lainnya yang turut menyampaikan peluang dan tantangan dalam memperkuat ekspor non-tambang Sultra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *