KENDARI, Sultraicon.COM – Kesetiaan terhadap garis perjuangan Muhammadiyah merupakan prinsip fundamental yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), khususnya di Sulawesi Tenggara. Kesetiaan tersebut bukan sekadar identitas organisasi, melainkan komitmen ideologis dalam menjaga marwah, nilai perjuangan, serta cita-cita besar pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan.
Komitmen tersebut menjadi perhatian jajaran Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari yang menilai bahwa generasi muda Muhammadiyah harus mengambil peran strategis dalam menjaga keberlangsungan dakwah, mengawal Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta memastikan proses regenerasi kader berjalan secara berkelanjutan.
Adyansyah: Kesetiaan Kader Harus Dibuktikan dengan Pengabdian
Adyansyah, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari, menegaskan bahwa menjadi bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah bukan sekadar memiliki identitas organisasi atau menduduki jabatan struktural. Lebih dari itu, kader harus mampu menunjukkan pengabdian, integritas, dan keberpihakan terhadap kepentingan Persyarikatan.
Menurutnya, kesetiaan terhadap Muhammadiyah merupakan kesetiaan terhadap ideologi, nilai, dan cita-cita perjuangan yang telah diwariskan oleh K.H. Ahmad Dahlan.
“Kesetiaan kader diuji ketika harus memperjuangkan kepentingan Persyarikatan, bukan ketika sedang mendapatkan keuntungan dari organisasi. AMM harus memiliki keberanian menjaga prinsip dan tidak mudah kehilangan arah perjuangan hanya karena kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegas Adyansyah.
Ia juga mengingatkan bahwa dakwah Muhammadiyah harus tetap berorientasi pada gerakan amar makruf nahi mungkar, pendidikan, pemberdayaan umat, dan pengembangan Islam berkemajuan.
Supratman: Pemuda Muhammadiyah Harus Menjadi Garda Terdepan Menjaga Marwah Persyarikatan
Sementara itu, Supratman selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari menekankan pentingnya konsolidasi dan penguatan komitmen seluruh kader dalam menjaga marwah Muhammadiyah.
Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan moral dan organisatoris yang mampu mengawal perjalanan Persyarikatan agar tetap berada pada jalur perjuangan yang benar.
Ia menilai bahwa dinamika organisasi merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai perbedaan kepentingan justru melemahkan persatuan dan mengaburkan tujuan utama Muhammadiyah.
“Pemuda Muhammadiyah harus memiliki sikap dan pendirian yang jelas. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton ketika marwah Persyarikatan dipertaruhkan. Kader harus hadir, memberikan kontribusi, serta berani mengingatkan apabila terdapat kebijakan atau tindakan yang tidak sejalan dengan nilai dan tujuan perjuangan Muhammadiyah,” ungkap Supratman.
Ia juga mengajak seluruh elemen AMM di Sulawesi Tenggara untuk memperkuat komunikasi, solidaritas, dan gerakan kolektif demi menjaga keberlanjutan dakwah Muhammadiyah.
Rahman Darasi: Amal Usaha Muhammadiyah Harus Tetap Memiliki Ruh Perjuangan
Pandangan berikutnya disampaikan Rahman Darasi, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari. Ia menyoroti pentingnya pengawalan terhadap Amal Usaha Muhammadiyah, khususnya dalam aspek kepemimpinan dan pengelolaan institusi Persyarikatan.
Menurutnya, AUM tidak boleh dipandang semata-mata sebagai lembaga pendidikan, kesehatan, atau pelayanan sosial. Keberadaannya merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu yang dibangun atas dasar pengabdian dan kepentingan dakwah.
Karena itu, setiap proses pengelolaan dan kepemimpinan AUM harus memperhatikan kompetensi profesional sekaligus tanggung jawab ideologis terhadap Muhammadiyah.
“Jangan sampai Amal Usaha Muhammadiyah berkembang secara kelembagaan, tetapi kehilangan ruh perjuangannya. Pemimpin AUM harus memahami bahwa institusi yang dikelolanya merupakan bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah, sehingga kepentingan Persyarikatan harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan,” tegas Rahman Darasi.
Ia juga menilai bahwa kader Muhammadiyah yang memiliki kapasitas, integritas, dan kompetensi harus mendapatkan ruang serta kesempatan yang proporsional dalam proses regenerasi kepemimpinan AUM.
Ali Sutimin: Kader Muhammadiyah Harus Mendapatkan Ruang dan Kesempatan
Ali Sutimin, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari, menyoroti persoalan pemberdayaan dan regenerasi kader sebagai salah satu agenda penting bagi masa depan Muhammadiyah.
Menurutnya, proses perkaderan tidak boleh berhenti pada kegiatan formal, pelatihan, maupun kegiatan seremonial organisasi. Perlu ada keberlanjutan dalam bentuk pemberian ruang pengabdian, peningkatan kapasitas, serta kesempatan bagi kader untuk mengambil peran strategis dalam Persyarikatan.
Ia menilai bahwa kader yang telah melalui proses perkaderan dan menunjukkan kemampuan serta loyalitas terhadap Muhammadiyah harus mendapatkan perhatian dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Jangan sampai kita terus berbicara tentang pentingnya kaderisasi, tetapi tidak memberikan ruang bagi kader untuk berkembang. Muhammadiyah harus memiliki keberanian membangun regenerasi yang sehat dengan mempersiapkan, memberdayakan, dan memberikan kepercayaan kepada kader sesuai kapasitas serta kompetensinya,” ujar Ali Sutimin.
Ia berharap penguatan kaderisasi dapat menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan keberlangsungan kepemimpinan dan perjuangan Muhammadiyah pada masa mendatang.
Resky: Semangat K.H. Ahmad Dahlan Harus Terus Dihidupkan
Sementara itu, Resky, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari, mengingatkan bahwa seluruh kader harus kembali memahami semangat perjuangan K.H. Ahmad Dahlan sebagai fondasi utama gerakan Muhammadiyah.
Menurutnya, K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dengan semangat pembaruan Islam, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Perjuangan tersebut menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak cukup hanya dipahami dan disampaikan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu nilai perjuangan tersebut tercermin dalam spirit Surah Al-Ma’un yang mengajarkan kepedulian terhadap anak yatim, kaum miskin, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“Semangat K.H. Ahmad Dahlan harus terus hidup dalam diri setiap kader. Jangan sampai kita hanya menikmati hasil perjuangan para pendahulu, tetapi kehilangan semangat untuk melanjutkannya. Muhammadiyah harus terus menjadi gerakan yang menghadirkan solusi bagi persoalan umat dan masyarakat,” ungkap Resky.
Ia menegaskan bahwa generasi muda Muhammadiyah harus mampu menerjemahkan nilai perjuangan tersebut ke dalam gerakan yang nyata, progresif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Menjaga Kesetiaan, Menguatkan Dakwah, dan Melanjutkan Perjuangan
Keseluruhan pandangan tersebut menegaskan bahwa Angkatan Muda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab sejarah dalam menjaga keberlangsungan Persyarikatan. Kesetiaan terhadap garis perjuangan harus diwujudkan melalui penguatan ideologi, pengawalan Amal Usaha Muhammadiyah, pemberdayaan kader, serta konsistensi menjalankan dakwah Islam berkemajuan.
Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari berharap semangat perjuangan K.H. Ahmad Dahlan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi terus menjadi pedoman dalam setiap langkah dan pengabdian kader Muhammadiyah.
Sebab, menjaga Muhammadiyah bukan sekadar mempertahankan nama besar organisasi, melainkan melanjutkan cita-cita perjuangan, menjaga amanah para pendahulu, dan memastikan dakwah tetap berpihak pada kepentingan umat.
NARASUMBER:
- Supratman – Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari.
- Adyansyah – Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari.
- Rahman Darasi – Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari.
- Ali Sutimin – Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari.
- Resky – Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari.