OlahragaDaerah

Turnamen Domino DPMD Cup II Ramaikan HUT ke-66 Muna, Diikuti 320 Pasang Peserta

144
×

Turnamen Domino DPMD Cup II Ramaikan HUT ke-66 Muna, Diikuti 320 Pasang Peserta

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Wakil Bupati La Ode Asrafil Ketika menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan turnamen yang dinilainya sebagai sarana positif dalam mempererat persaudaraan di Sulawesi Tenggara

MUNA – SULTRAICON.COM.|| Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Muna, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Muna menggelar Open Tournament Domino DPMD Cup II yang berlangsung meriah di tribun arena dayung SOR La Ode Pandu, Kota Raha, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil Ndoasa.

Kepala DPMD Muna, Fajaruddin Wunanto, menegaskan bahwa turnamen ini tidak melibatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menjelaskan bahwa domino saat ini tengah diupayakan untuk menjadi cabang olahraga resmi melalui Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) yang sedang dalam proses pendaftaran ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Event ini kami selenggarakan sebagai bagian dari semarak HUT Muna. Semuanya murni hasil swadaya dan sponsor. Yang membuat kami terkesan, pesertanya datang dari berbagai daerah, seperti Bombana, Kolaka, Konawe Selatan, Baubau, Kendari, hingga Makassar,” ujar Fajaruddin.

Sebanyak 320 pasangan mengikuti turnamen ini dan terbagi ke dalam 64 grup, masing-masing terdiri dari lima pasang pemain. Turnamen berlangsung selama dua hari dengan sesi penutupan dan penyerahan hadiah dilakukan pada Minggu (13/7/2025).

Ikhsan Rantas selaku panitia menyebut bahwa turnamen ini mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Bank Sultra, BRI, Maxim, Hotel Rosyidah, PT. Gudang Garam, dan Perum Bulog. Total hadiah yang disediakan mencapai Rp38 juta, termasuk hadiah utama senilai Rp20 juta untuk juara pertama.

“Selain juara satu, kami juga menyiapkan Rp10 juta untuk posisi kedua, Rp5 juta untuk juara ketiga, Rp2,5 juta untuk peringkat keempat, dan masing-masing Rp500 ribu untuk juara lima hingga delapan,” terang Ikhsan.

Wakil Bupati La Ode Asrafil menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan turnamen yang dinilainya sebagai sarana positif dalam mempererat persaudaraan di Sulawesi Tenggara. Ia menyebut bahwa permainan domino sudah diakui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai olahraga yang layak dikembangkan.

“Domino adalah permainan yang bisa dimainkan di mana saja dan oleh siapa saja, bahkan dengan biaya terjangkau. Ini menjadikannya sebagai olahraga rakyat yang inklusif,” ungkapnya.

Melihat besarnya partisipasi dan antusiasme masyarakat, Asrafil memastikan bahwa pemerintah daerah akan menjadikan turnamen domino sebagai agenda tahunan resmi.

“Untuk tahun-tahun berikutnya, Pemkab akan mengambil peran penuh agar pelaksanaannya lebih maksimal dan melibatkan lebih banyak peserta,” tutupnya.

Reporter: Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *