KENDARI – SULTRAICON.COM.|| Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengucurkan anggaran jumbo senilai Rp 632 miliar untuk membiayai empat proyek strategis peningkatan dan pembangunan rumah sakit di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini menyasar Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Konawe Kepulauan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sultraicon dari berbagai sumber pers, proyek ini merupakan bagian dari program nasional percepatan pemerataan layanan kesehatan. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur kesehatan yang memadai hingga ke daerah pelosok.
“Pembangunan infrastruktur kesehatan ini adalah prioritas pemerintah. Kami ingin seluruh rakyat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas tanpa harus menempuh jarak jauh,” ujar Budi saat kunjungan kerja di Sultra, Mei 2025 lalu.
Empat kabupaten penerima program ini memperoleh porsi anggaran berbeda sesuai kebutuhan masing-masing wilayah dan tingkat urgensi pelayanan.
1. Kabupaten Kolaka
Kabupaten Kolaka mendapatkan kucuran dana Rp 144 miliar dari total kebutuhan Rp 488 miliar untuk pengembangan RSUD Benyamin Guluh. Anggaran ini difokuskan pada pembangunan Gedung Tower III yang telah diresmikan Menkes pada 2 Mei 2025. Fasilitas baru ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan, terutama untuk penanganan kasus-kasus darurat dan penyakit kronis.
2. Kabupaten Kolaka Timur
Kolaka Timur memperoleh Rp 175 miliar untuk pembangunan RSUD tipe C dengan tiga lantai serta fasilitas penunjang modern. Rumah sakit ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan pertama di wilayah tersebut, dilengkapi kapasitas 50 tempat tidur. Menkes sendiri memimpin langsung prosesi groundbreaking pada 3 Mei 2025, menandai dimulainya pekerjaan konstruksi yang ditunggu warga setempat.
3. Kabupaten Buton Tengah
Di Buton Tengah, pembangunan RSUD tipe C menelan anggaran Rp 170 miliar. Groundbreaking dilaksanakan pada 2 Mei 2025, dengan target operasional awal 2026. RS ini didesain memberikan pelayanan kesehatan komprehensif, khususnya untuk penanganan lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia: stroke, jantung, kanker, ginjal, dan penyakit anak.
4. Kabupaten Konawe Kepulauan
Konawe Kepulauan kebagian Rp 143 miliar untuk membangun RSUD tipe C beserta fasilitas pendukungnya. Groundbreaking dilakukan 3 Mei 2025. Keberadaan RS ini diharapkan mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan yang selama ini harus menempuh perjalanan laut dan darat yang panjang untuk mendapat perawatan memadai.
Berdasarkan pantauan Sultraicon, masyarakat di empat kabupaten tersebut menyambut positif program ini. Banyak yang berharap rumah sakit baru ini tidak hanya menjadi bangunan megah, tetapi benar-benar berfungsi optimal dengan tenaga medis yang kompeten dan peralatan yang lengkap.
Dengan realisasi proyek ini, pemerintah pusat menargetkan Sultra akan memiliki standar layanan kesehatan yang lebih merata, mengurangi angka rujukan keluar daerah, sekaligus memperkuat daya tanggap terhadap kasus-kasus darurat di wilayah terpencil.
Reporter: Ali
Editor: Red