Ekonomi & BisnisMetro Kota

Kendari Food Festival 2025! Perpaduan Rasa, Budaya Dan Kreativitas Anak Muda 

169
×

Kendari Food Festival 2025! Perpaduan Rasa, Budaya Dan Kreativitas Anak Muda 

Sebarkan artikel ini
Ketgam: KFF 2025 hadir kembali berkat sinergi antara Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Bidang Ekonomi Kreatif dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari

KENDARI–SULTRAICON.COM. || Ajang Kendari Food Festival (KFF) 2025 resmi digelar mulai 8 hingga 12 Juli di Lapangan Tugu Eks MTQ Kota Kendari. Tak hanya menghadirkan ratusan menu menggoda dari berbagai penjuru, festival ini juga menawarkan pertunjukan unik yang menyatukan unsur budaya pop Jepang dan Korea. Mengangkat tema “Perang Kuliner”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendongkrak sektor industri kreatif sekaligus memperkuat identitas Kendari sebagai kota wisata kuliner dan budaya yang inovatif.

Setelah sempat absen beberapa tahun, KFF 2025 hadir kembali berkat sinergi antara Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Bidang Ekonomi Kreatif dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari. Acara dibuka secara resmi oleh Samsinar SP, M.Si, selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Provinsi Sultra, yang menegaskan dukungan pemerintah dari sisi regulasi, promosi, hingga penyediaan sarana bagi pelaku usaha mikro dan kreatif.

Lebih dari 40 pelaku kuliner lokal turut ambil bagian, menyuguhkan lebih dari 300 varian makanan dan minuman. Mulai dari kuliner tradisional khas Sulawesi Tenggara, masakan nusantara, hingga kreasi kekinian hasil inovasi generasi muda. Ernawati, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, menyampaikan bahwa KFF bukan sekadar ajang kuliner, namun juga menjadi platform penting untuk memajukan UMKM dan membentuk citra Kendari sebagai kota kreatif.

Salah satu daya tarik utama festival adalah Coswalk Competition dan Norebang Anokaraoke yang membidik kaum muda dan komunitas penggemar budaya pop. Coswalk, parade kostum karakter ala cosplay, berhasil menyita perhatian pengunjung lewat penampilan 18 peserta yang membawakan karakter dari anime dan gim ternama. Penjurian dilakukan oleh Adi Aksa, tokoh pelopor budaya Jepang di Kendari, dengan fokus pada keaslian kostum, ekspresi panggung, dan interaksi dengan audiens.

Tiga penampil terbaik masing-masing mendapat hadiah sebesar Rp700 ribu, Rp500 ribu, dan Rp300 ribu. Sementara itu, Norebang Anokaraoke menjadi arena ekspresi terbuka dengan lagu-lagu dari Jepang, Korea, serta musik populer Tanah Air, menjangkau beragam lapisan pengunjung. Perpaduan musik, cosplay, dan kuliner menciptakan suasana festival yang semarak dan penuh energi setiap malam.

Ketua penyelenggara, Ahmad Jhon atau yang akrab dikenal sebagai Om Jhon, menyebutkan bahwa festival ini menjadi lambang semangat baru dalam menghidupkan kembali geliat ekonomi kreatif di Kota Kendari. Menurutnya, ajang ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga ruang interaktif yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat umum dalam atmosfer yang positif dan inspiratif.

Selama lima hari berlangsung, festival diisi dengan berbagai agenda harian seperti parade tenant, live music, kompetisi tematik, stand-up comedy, hingga konser penutup. Puncak acara akan digelar pada 12 Juli dengan pembagian hadiah serta penampilan istimewa dari Meisagina, jebolan Indonesia Idol, sebagai penutup manis dari perayaan tahunan ini yang diharapkan terus menjadi ikon kota Kendari ke depannya.

Reporter: Ali Okong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *