Daerah

Jembatan Rp6,1 Triliun Akan Dibangun, Gubernur Sultra Pastikan Dampaknya ke Ekonomi dan Pariwisata

172
×

Jembatan Rp6,1 Triliun Akan Dibangun, Gubernur Sultra Pastikan Dampaknya ke Ekonomi dan Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, SE, MM, menegaskan pentingnya realisasi pembangunan Jembatan Buton-Muna dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi regional

BAUBAU – SULTRAICON.COM.|| Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, SE, MM, menegaskan pentingnya realisasi pembangunan Jembatan Buton-Muna dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Ia menyatakan, kehadiran Menteri PUPR ke lokasi rencana pembangunan jembatan merupakan hasil dari upaya pihaknya memperjuangkan percepatan proyek yang telah masuk dalam program nasional sejak lebih dari satu dekade lalu. “Kami ingin Menteri melihat langsung kesiapan daerah. Jembatan ini akan menjadi penggerak ekonomi untuk Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah, serta membuka peluang wisata yang diakui dunia,” ungkapnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Dody Hanggodo, M.PE, tiba di Kota Baubau pada Sabtu malam (12/7/2025) menggunakan pesawat khusus milik Kementerian Perhubungan. Ia didampingi oleh Anggota Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, serta sejumlah pejabat kementerian dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah Sulawesi Tenggara.

Agenda kerja Menteri Dody dimulai pada Minggu pagi (13/7/2025) dengan meninjau proyek rehabilitasi jaringan irigasi Wonco II di Kelurahan Karing-karing. Proyek ini merupakan bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 yang berfokus pada perbaikan saluran irigasi sekunder dan tersier untuk mendukung ketahanan pangan lokal.

Selanjutnya, Menteri meninjau langsung lokasi yang direncanakan menjadi titik awal pembangunan Jembatan Buton-Muna di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Betoambari. Jembatan ini dirancang sebagai suspension bridge dengan panjang hampir 3 kilometer, menjadikannya calon jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Nilai proyek ini diperkirakan mencapai Rp6,1 triliun dengan waktu pembangunan sekitar empat tahun.

Dalam keterangannya kepada media, Menteri Dody menyebut bahwa hambatan utama selama ini terletak pada minimnya komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Meskipun wacana pembangunan jembatan telah muncul sejak 2010, namun belum menemukan titik terang. Ia berharap, seluruh tahapan teknis bisa dirampungkan sepanjang 2025, agar konstruksi fisik dapat dimulai pada 2026.

Menurutnya, terhubungnya Pulau Buton dan Pulau Muna melalui jembatan ini akan membuka berbagai potensi ekonomi, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perikanan. Ia meyakini bahwa masyarakat di tiga kabupaten akan merasakan manfaat langsung dari konektivitas darat yang sebelumnya terhalang laut.

Dody juga mengingatkan pentingnya perencanaan jangka panjang, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Ia menyebut, mencairnya es di kutub menyebabkan naiknya permukaan laut secara global, sehingga desain jembatan harus memperhitungkan ketahanan terhadap pasang surut air agar dapat bertahan minimal 50 tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *