Daerah

Gubernur Sultra Hadiri Nobar Wayang Kulit di Mapolda, Ada Pesan Mendalam Untuk Masyarakat

104
×

Gubernur Sultra Hadiri Nobar Wayang Kulit di Mapolda, Ada Pesan Mendalam Untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-79, Polda Sulawesi Tenggara menyelenggarakan acara nonton bersama (nobar) pagelaran wayang kulit yang kaya akan nilai budaya bersama Kapolda Sultra, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H., para pejabat utama Polda Sultra, Ketua DPRD Sultra, serta unsur Forkopimda Sultra lainnya

KENDARI-SULTRAICON.COM.|| Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-79, Polda Sulawesi Tenggara menyelenggarakan acara nonton bersama (nobar) pagelaran wayang kulit yang kaya akan nilai budaya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat malam (4/7), pukul 21.00 Wita, berlokasi di Lobby Utama Mapolda Sultra.

Wayang kulit dengan cerita “Amartha Binangun” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang mengusung kekayaan seni dan budaya bangsa Indonesia. Pagelaran ini disaksikan secara langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., serta turut hadir Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H., para pejabat utama Polda Sultra, Ketua DPRD Sultra, serta unsur Forkopimda Sultra lainnya.

Nonton bareng wayang kulit ini tidak hanya menjadi wadah hiburan, tetapi juga sebagai upaya menjaga kelestarian budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur bangsa. Lewat lakon “Amartha Binangun”, nilai kepemimpinan, keteladanan, dan semangat perjuangan digambarkan secara simbolis—selaras dengan semangat Bhayangkara dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Kehadiran para pimpinan daerah bersama warga menggambarkan eratnya sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat daerah. Suasana hangat, penuh keakraban dan kekeluargaan begitu terasa selama pagelaran berlangsung hingga akhir. Kapolda menegaskan bahwa kegiatan budaya semacam ini bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan Polri dan masyarakat dalam bingkai kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *