BANDUNG – SULTRAICON.COM.|| Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menyuarakan dukungan terhadap rencana pemekaran Kepulauan Buton (Kepton) menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Aspirasi ini disampaikan dalam Kongres Nasional GMNI ke-XXII yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat.
Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya, menyampaikan langsung pandangan tersebut saat memberikan evaluasi umum terhadap kinerja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI periode 2019–2022. Ia menilai forum nasional ini sebagai momentum penting untuk menyuarakan kebutuhan strategis dari daerah, khususnya Sulawesi Tenggara.
Rasmin menekankan bahwa GMNI sebagai organisasi nasional harus aktif mengonsolidasikan isu-isu penting daerah agar mendapat perhatian di tingkat pusat. Salah satunya, kata dia, adalah mendorong DPP GMNI agar turut memperjuangkan pembentukan Provinsi Kepulauan Buton di pemerintah pusat.
“Kami berharap DPP GMNI ke depan dapat memberi atensi terhadap aspirasi masyarakat Sultra yang menginginkan Kepton sebagai daerah otonomi baru,” ujar Rasmin, Jumat (26/7/2025), di Gedung Merdeka, Bandung.
Sementara itu, kader GMNI asal Buton, Dhira Adiyatma Jaya, menambahkan bahwa wacana pemekaran Kepton tidak boleh hanya berhenti pada perbincangan. Ia mengajak seluruh kader GMNI di Indonesia mendukung perjuangan konkret demi terwujudnya harapan masyarakat di wilayah Kepulauan Buton.
Dukungan terhadap pemekaran Kepton juga datang dari Pemerintah Provinsi Sultra. Gubernur Andi Sumangerukka sebelumnya telah mencanangkan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk mempersiapkan pembentukan DOB Kepton. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, dalam acara Halal Bihalal Keluarga Wakatobi, Minggu (4/5/2025).
Menurut Yusran, dukungan anggaran tersebut menunjukkan komitmen serius Gubernur Sultra, sekaligus menepis keraguan publik terkait kelayakan dan kesiapan Kepton untuk dimekarkan menjadi provinsi baru. Ia menyebut Kepton memiliki sumber daya manusia dan infrastruktur birokrasi yang memadai.
Wilayah yang mendukung pemekaran Kepton meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Wakatobi, dan sebagian wilayah Bombana. Dengan adanya sinergi antar daerah tersebut, pembentukan Kepton dinilai bukan lagi sekadar wacana.
Rasmin Jaya menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemekaran Kepton diyakini akan membawa manfaat signifikan, seperti percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, pemerataan ekonomi, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.