NasionalDaerah

Polda Jabar Bantah Masuk UNISBA, Tegaskan Hanya Amankan Jalan Umum

103
×

Polda Jabar Bantah Masuk UNISBA, Tegaskan Hanya Amankan Jalan Umum

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Polda Jawa Barat meluruskan isu yang menyebut polisi masuk ke dalam kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan melakukan sweeping saat kericuhan beberapa waktu lalu

BANDUNG – SULTRAICON.COM.||  Polda Jawa Barat meluruskan isu yang menyebut polisi masuk ke dalam kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan melakukan sweeping saat kericuhan beberapa waktu lalu. Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan kabar tersebut tidak benar.

“Tidak ada polisi yang masuk ke dalam kampus, tidak ada sweeping. Yang berada di pintu gerbang adalah kelompok massa, bukan mahasiswa UNISBA,” tegas Rudi di Bandung, Selasa (2/9/2025).

Ia menjelaskan, aparat hanya melintas di jalan umum dan tidak memasuki lingkungan kampus. Bahkan, dalam rekaman video yang beredar, terlihat salah satu direktur kepolisian mengingatkan jajarannya agar tidak masuk area kampus.

Polda Jabar juga telah berkomunikasi dengan pimpinan UNISBA. Menurut Rudi, pihak kampus justru meminta bantuan pengamanan karena kericuhan yang terjadi bukan sepenuhnya melibatkan mahasiswa mereka. “Kampus justru dimanfaatkan kelompok tertentu yang mempersenjatai diri dan menyerang petugas,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, sweeping di dalam kampus dilakukan oleh keamanan internal UNISBA, bukan polisi. Hal itu untuk menjaga nama baik kampus dan mengusir pihak-pihak yang membuat onar.

Dalam patroli skala besar, polisi mengamankan 16 orang pada pukul 00.30 WIB. Dari jumlah tersebut, 10 orang telah teridentifikasi, mulai dari mahasiswa, satpam, wiraswasta hingga pengangguran. Beberapa di antaranya terlibat kasus narkoba dan membawa senjata berbahaya.

Salah satu mahasiswa berinisial MN (23) kedapatan membawa ganja dengan hasil tes urine positif narkoba. Pelaku lain MF (23) terbukti memiliki percakapan terkait transaksi narkoba serta ajakan untuk membuat kericuhan. Selain itu, polisi juga menangkap GOP, pengangguran tamatan SMA yang membawa ganja, serta AA (25) asal Bandung yang membawa senjata soft gun berpeluru gotri. Dua orang terakhir telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Senjata gotri ini berbahaya, pada jarak dekat bisa mematikan. Untuk dua tersangka sudah kami proses sesuai hukum, sementara lainnya masih diperiksa tim,” kata Rudi.

Ia menegaskan, kericuhan tersebut bukan aksi unjuk rasa mahasiswa, melainkan ulah kelompok tertentu yang telah merencanakan kekacauan. “Kami mohon kerja sama semua pihak, baik universitas maupun instansi terkait. Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur, Kajati, Pangdam, dan Ketua Pengadilan agar Jawa Barat tetap aman,” tutupnya.

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *