Hukum & Kriminal

Wajah Malu Birokrasi, PNS Bapenda Sultra Ditangkap Usai Gelapkan Barang Inventaris

211
×

Wajah Malu Birokrasi, PNS Bapenda Sultra Ditangkap Usai Gelapkan Barang Inventaris

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Tampang Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif yang bertugas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara Yang diduga kuat terlibat dalam kasus penggelapan aset milik kantor tempatnya bekerja, berupa 18 unit laptop dan 4 unit komputer

KENDARI – SULTRAICON.COM.|| Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif yang bertugas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara, berinisial S (40), diamankan oleh Tim Buser 77 Polresta Kendari. S diduga kuat terlibat dalam kasus penggelapan aset milik kantor tempatnya bekerja, berupa 18 unit laptop dan 4 unit komputer.

Penangkapan terhadap S dilakukan pada Minggu, 6 Juli 2025, setelah pihak internal Bapenda Sultra melaporkan kehilangan sejumlah perangkat elektronik. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti yang cukup, polisi mengarah pada dugaan keterlibatan S yang merupakan pegawai di lembaga tersebut.

Kasi Humas Polresta Kendari, Iptu Haridin, mengungkapkan bahwa pelaku ditangkap atas dugaan pencurian perangkat elektronik dalam jumlah besar dari lingkungan kerja sendiri. Saat ini, S masih dalam proses pemeriksaan intensif di Polresta Kendari guna pendalaman kasus.

Ketgam: Pelaku Beraksi Bersama 4 Rekannya Ketika Menjalankan Aksinya Dalam Melakukan Pencurian Di Kantor Bapenda Sulawesi Tenggara

Menurut penuturan Iptu Haridin, pelaku diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai staf kantor untuk mengakses ruang-ruang tertentu dan mengambil aset secara bertahap, bukan sekaligus. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan tersebut sudah direncanakan dan dilakukan dalam beberapa tahap.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku masih dalam proses verifikasi lebih lanjut, dan pihak kepolisian masih menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain atau jaringan penadah yang turut terlibat dalam kasus ini.

Peristiwa ini mendapat perhatian luas karena pelaku merupakan aparatur negara yang seharusnya menjaga integritas dan aset pemerintahan. Polresta Kendari menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional dan tanpa pandang bulu. Proses hukum akan ditegakkan sesuai ketentuan yang berlaku, dan pelaku saat ini telah resmi ditahan guna proses penyidikan lebih lanjut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *