KENDARI — SULTRAICON.COM.|| Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan fokus strategis pembangunan pada hilirisasi tujuh komoditas unggulan dalam kurun waktu 2026–2030, sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah lewat peningkatan nilai tambah produk pertanian.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Laode Muhammad Rusdin Jaya, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari misi lima tahunan Pemprov. Targetnya bukan hanya peningkatan volume produksi, melainkan transformasi produk mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi yang lebih bernilai.
Komoditas yang disasar antara lain kakao, mete, tebu, kelapa, nilam, aren, dan sagu. Tak hanya itu, pemerintah juga memasukkan buah-buahan seperti durian, alpukat, dan mangga sebagai tambahan dalam daftar komoditas prioritas untuk hilirisasi.
Menurut Rusdin, komoditas kakao dari Sultra memiliki kualitas nasional yang sangat baik, sehingga sangat layak dikembangkan menjadi produk turunan seperti bubuk kakao atau cokelat siap saji. Hal sama berlaku untuk mete, yang selama ini sudah menjadi komoditas andalan, namun lebih banyak dijual dalam bentuk bahan baku.
Roadmap hilirisasi sudah disusun, dengan prioritas pada daerah‐daerah penghasil utama. Pemerintah akan mendukung pendirian industri pengolahan kecil, menengah, dan besar agar produksi petani dapat diserap secara langsung, serta memperkuat rantai pasok supaya produk bisa menjangkau pasar lebih luas.
Salah satu tujuan kebijakan ini adalah memberikan manfaat langsung kepada petani sehingga mereka bukan hanya sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga ikut menikmati nilai tambah dari produk yang dihasilkan. Selain itu, program ini diproyeksikan mendukung ketahanan pangan dan memperbesar kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Sultra.
Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota akan diperkuat agar implementasi hilirisasi ini bisa optimal. Fokus utamanya adalah agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat di daerah‐daerah penghasil, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh pelosok Sultra.
Dengan hilirisasi sebagai poros utama kebijakan, Pemprov Sultra berharap bahwa di periode 2026–2030, pertanian tidak hanya menjadi sumber lapangan kerja dan bahan baku, tetapi juga menjadi sektor penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing Sultra di tingkat nasional.
Editor: Red