Daerah

Hanura Desak Aksi Nyata, Younis Liana: Jangan Tunggu Anak Lain Jadi Korban

122
×

Hanura Desak Aksi Nyata, Younis Liana: Jangan Tunggu Anak Lain Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Younis Liana mengecam keras lemahnya perhatian pemerintah dan DPR terhadap persoalan kesehatan dasar anak-anak Indonesia

KENDARI – SULTRAICON.COM.|| Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura), Younis Liana menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Raya (4), balita asal Kampung Padangenyang, Sukabumi, akibat cacingan akut.

Younis mengecam keras lemahnya perhatian pemerintah dan DPR terhadap persoalan kesehatan dasar anak-anak Indonesia. Menurutnya, kasus Raya menjadi bukti nyata alpa hadirnya negara dalam melindungi warganya, khususnya generasi penerus.

“Ini berita menyedihkan yang membuat hati nurani kita tersentuh. Bagaimana mungkin anak kecil meninggal bukan karena penyakit langka yang belum ada obatnya, melainkan karena cacingan. Penyakit yang semestinya bisa dikendalikan puluhan tahun lalu,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).

Ia menilai, kondisi ini ironis karena di saat pemerintah gencar mengedepankan program makan bergizi gratis dan perang melawan stunting, masih ada balita yang meninggal hanya karena penyakit sederhana yang bisa dicegah.

“Pemerintah pusat dan daerah tidak bisa lagi tinggal diam. Jika tragedi ini tidak menjadi alarm nasional, negara harus hadir. Menunggu berapa lagi anak yang harus jadi korban?” tegas Younis.

Younis menyampaikan, dengan pengalamannya mendampingi suami yang bertugas di berbagai daerah serta aktif berorganisasi bersama kaum ibu, ia memahami betul tantangan kesehatan dan kesejahteraan anak di lapangan. Hal itu pula yang mendorong dirinya untuk terus memperjuangkan isu pemberdayaan perempuan dan anak di Partai Hanura.

Ia menegaskan bahwa seluruh pemangku kebijakan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun stakeholder terkait harus benar-benar serius menangani masalah kesehatan anak. Upaya ini, kata dia, bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang menyentuh masyarakat di akar rumput.

Beberapa langkah yang menurutnya perlu segera diperkuat di antaranya adalah edukasi kesehatan publik kepada keluarga tentang pentingnya kebersihan diri dan lingkungan, kepedulian sosial terhadap sesama, serta penguatan layanan kesehatan primer termasuk program obat cacing massal.

Selain itu, pemerintah juga wajib menjamin akses sanitasi dasar dan air bersih, karena penyakit cacingan sangat erat kaitannya dengan lingkungan kotor dan kemiskinan. Alokasi anggaran khusus untuk anak-anak rentan, khususnya di daerah terpencil, juga harus menjadi prioritas.

“Hal-hal sederhana seperti memotong kuku, menjaga kerapihan rambut, serta membiasakan hidup bersih pada anak-anak balita jangan lagi dianggap sepele. Semua itu bagian dari pencegahan penyakit yang bisa berakibat fatal,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar para politisi DPR tidak menjadikan isu kesehatan anak sebagai panggung politik. Menurutnya, kesehatan anak adalah tanggung jawab nyata negara, bukan sekadar bahan debat anggaran.

“Tragedi Raya menjadi pesan tegas bahwa tantangan kesehatan dasar di Indonesia belum tuntas. Negara harus hadir terus menerus melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat rentan dan miskin di akar rumput, bukan sekadar melalui spanduk dan laporan rapat. Ini soal nyawa, bukan sekadar program di atas kertas,” pungkas Younis.

Editor: Ali Okong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *