NasionalDaerah

Cipayung Plus Kota Kendari Gelar Aksi Menolak Kenaikan Tunjangan DPR dan Mengecam Aparat Kepolisian

577
×

Cipayung Plus Kota Kendari Gelar Aksi Menolak Kenaikan Tunjangan DPR dan Mengecam Aparat Kepolisian

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kendari, yakni IMM, GMNI, PMII, GMKI, KAMMI, LMND, dan PMKRI, bersiap menggelar aksi besar yang menyoroti kebijakan nasional serta situasi penegakan hukum di Indonesia

KENDARI — SULTRAICON.COM.|| Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kendari, yakni IMM, GMNI, PMII, GMKI, KMHDI, KAMMI, LMND, dan PMKRI, bersiap menggelar aksi besar yang menyoroti kebijakan nasional serta situasi penegakan hukum di Indonesia.

Aksi prakondisi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (30/8/2025) sore, sekitar pukul 17.30 Wita, di perempatan Pasar Baru Kota Kendari. Dalam agenda tersebut, para ketua lembaga bertindak langsung sebagai koordinator lapangan untuk mengawal jalannya aksi.

Grand isu yang diangkat dalam gerakan ini adalah menolak rencana kenaikan tunjangan gaji DPR RI dan mengecam tindakan represif aparat kepolisian. Isu tersebut dianggap penting untuk disuarakan, mengingat maraknya sorotan publik terhadap DPR maupun Polri dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam rilis resmi, massa Cipayung Plus menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara agar mengeluarkan rekomendasi penolakan terhadap rencana kenaikan tunjangan gaji DPR RI.

Kedua, mereka meminta DPRD Sultra untuk merekomendasikan kepada DPR RI dan Presiden agar segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Tuntutan ini lahir sebagai bentuk kekecewaan atas sejumlah kasus kekerasan yang dinilai tidak ditangani secara adil.

Ketiga, mahasiswa menuntut Polri bertanggung jawab penuh atas meninggalnya Affan Kurniawan dan korban-korban represif lainnya. Mereka juga mendesak agar para pelaku pembunuhan segera dicopot dari jabatannya dengan tidak hormat (PTDH).

Dalam teknis pelaksanaan, setiap lembaga yang tergabung diberikan tanggung jawab penuh terhadap massa, petaka, dan peralatan aksi. Evaluasi gerakan disebutkan akan dilakukan langsung di lapangan untuk menjaga konsistensi dan arah perjuangan.

Aksi pertama akan digelar di perempatan Pasar Baru, sementara puncak aksi atau Hari H direncanakan berlangsung pada Senin (1/9/2025). Titik kumpul dimulai dari sekretariat GMKI, dilanjutkan ke lampu merah MTQ, lalu bergerak menuju DPRD Sultra dan Polda Sultra, dengan start pada pukul 08.00 Wita.

Adapun struktur tim aksi ditetapkan dengan jenderal lapangan yang dipegang oleh para ketua lembaga diantaranya moderator Sekjen, Tim negosiasi, tim publikasi, Tim cipkon, dan tim swiper.

Melalui rencana aksi ini, Cipayung Plus Kendari menegaskan sikap kolektif untuk tidak tinggal diam terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat serta tindakan represif aparat yang dianggap merampas hak demokrasi mahasiswa.

Aksi ini diperkirakan akan melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi. Semangat menegakkan keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat menjadi dasar utama pergerakan, sekaligus mempertegas komitmen mahasiswa sebagai agen perubahan.

Reporter: Ali Okong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *