KENDARI-SULTRAICON. COM. ||. Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menyoroti perhelatan Pilrek UHO.
Ketua BEM FKIP UHO Ferli sapaan akrabnya menyampaikan kepada media ini, hal ini diawali dengan tidak adanya transparansi publik, dimana perhelatan Pilrek kali ini terkesan tertutup dan saya mencurigai ada apa di balik Pilrek UHO
“Apakah ada permainan kepentingan di dalamnya dengan fenomena yang banyak kita lihat hari ini semakin menguatkan dugaan kami bahwa ada yang tidak beres di perhelatan Pilrek kali ini” ungkap Sekretaris IMM FKIP UHO ini.
Tidak lepas dari hal itu Ferli kembali menyoroti adanya surat yang didapat dari website internal bukan dari birokrasi itu sendiri yang memberikan ke kami, yaitu surat dari panitia pemilihan rektor yang di buat pada tanggal 14 April tentang pengumuman pendaftaran bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo.
“Dimana tebusan surat tersebut salah satunya ketua lembaga di lingkup Universitas Halu Oleo, namun sampai hari ini surat tersebut tidak pernah sampai di kami salah satunya di kelembagaan BEM FKIP itu sendiri” tuturnya.
Lanjut dia, kenapa kami meminta transparansi dan keterbukaan karena kami juga sebagai mahasiswa ingin juga menyuarakan atau membawa aspirasi kami kepada calon-calon pemimpin UHO kedepannya dimana kami di FKIP UHO adanya banyak keluhan sampai hari ini khususnya mengenai sarana dan prasarana yang telah menjadi keluhan dari tahun ke tahun namun sampai hari ini belum ada tindak lanjut mengenai keluhan kami.
“Tentunya kenapa kami meminta transparansi atau keterbukaan karena kedepannya setiap kebijakan dari mereka ketika terpilih yang akan sangat merasakan dampaknya adalah kami mahasiswa” pungkasnya.
Sambungnya, kami juga menekankan kepada birokrasi agar adanya transparansi di Pilrek UHO dan menuntut netralitas Rektor UHO di perhelatan Pilrek kali ini untuk menjaga integritas Universitas Halu Oleo itu sendiri.
“Harapan kami di momentum Pilrek kali ini adanya keterbukaan dan tidak ada cawe-cawe karena kampus yang harusnya menjadi percontohan demokrasi yang baik di masyarakat bukan sebaliknya dan saya juga berharap di Pilrek kali ini dapat melahirkan pemimpin yang mampu menjaga stabilitas, marwah akademik, dan bersih dari skandal masa lalu karena itulah representasi pemimpin yang baik” tutupnya. *(Red)*