PendidikanNasional

Raih Hadiah Umrah, Mahasiswa UM Kendari Juara 1 MHQ Nasional

282
×

Raih Hadiah Umrah, Mahasiswa UM Kendari Juara 1 MHQ Nasional

Sebarkan artikel ini

KENDARI – SULTRAICON.COM.|| Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari. Salah satu mahasiswanya, Ahmad Baiquni, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara 1 pada Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) tingkat nasional.

Ajang bergengsi tersebut digelar di Riau pada 25 Maret hingga 2 April 2024. Ahmad tampil di kategori hafalan 30 juz antarmahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia.

“Lomba ini diikuti sekitar 25 kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah, termasuk kampus saya. Alhamdulillah saya bisa memberikan yang terbaik,” ujar Ahmad saat ditemui Sultraicon, Jumat (22/11).

Dengan total nilai 98 poin, Ahmad sukses mengungguli para pesaingnya. Posisi kedua diraih oleh Wahyu Fahmi Arsyad dari Universitas Muhammadiyah Mataram, sementara juara ketiga ditempati Khoirul Anies Abror dari Universitas Ahmad Dahlan.

Prestasi tersebut langsung mendapat apresiasi besar dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebagai bentuk penghargaan, Ahmad dianugerahi hadiah umrah melalui kerja sama dengan Detova Travel.

Perjalanan ibadah suci itu berlangsung selama 11 hari, mulai 9 hingga 20 November 2024. Ahmad berkesempatan menunaikan ibadah sekaligus berziarah di berbagai tempat bersejarah di Madinah dan Mekkah.

Di Madinah, ia mengunjungi Masjid Nabawi, Raudhah, serta makam Rasulullah SAW. Ahmad juga menapaki Jabal Uhud yang sarat makna sejarah perjuangan Islam.

Sementara di Mekkah, Ahmad melaksanakan ibadah umrah di Masjidil Haram. Tawaf mengelilingi Ka’bah menjadi pengalaman spiritual yang begitu menggetarkan hati bagi mahasiswa asal Kendari ini.

“Alhamdulillah, ini pengalaman yang sangat berharga dalam hidup saya. Bisa shalat di Raudhah, ziarah ke makam Rasulullah, dan tawaf di Ka’bah membuat hati saya semakin tenang,” ungkapnya penuh syukur.

Ia mengaku bahwa keberhasilan ini adalah bukti kasih sayang Allah kepadanya. Ahmad merasa, tanpa Al-Qur’an, dirinya tidak mungkin sampai di titik ini.

“Kalau bukan karena Al-Qur’an, saya tidak mungkin sampai di sini. Bahkan sebelumnya saya tidak pernah kepikiran bisa umrah karena merasa belum mampu secara finansial. Tapi Allah memanggil saya, dan ini menjadi titik penting untuk memperbaiki diri,” katanya.

Kisah Ahmad menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di UM Kendari dan generasi muda di Sulawesi Tenggara. Prestasi dan perjalanan spiritualnya menegaskan bahwa dengan niat tulus dan kesungguhan menjaga Al-Qur’an, pintu keberkahan akan terbuka luas.

Reporter: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *