DaerahPendidikan

PW Muhammadiyah Sultra Gelar Training Mubaligh, Dr.Alifuddin: Jadilah Muballigh yang Jadikan IsIam Sebagai Solusi Bukan Hanya Wacana Normatif

58
×

PW Muhammadiyah Sultra Gelar Training Mubaligh, Dr.Alifuddin: Jadilah Muballigh yang Jadikan IsIam Sebagai Solusi Bukan Hanya Wacana Normatif

Sebarkan artikel ini

Kendari – SULTRAICON.com — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara melalui Bidang Tabligh menggelar Training Muballigh Muhammadiyah dengan tema “Muballigh Muhammadiyah Menggembirakan Dakwah, Memajukan Ummat” pada Minggu (1/02/2026) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari.

Kegiatan ini diikuti oleh para kader, dai muda, dan aktivis dakwah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari upaya strategis persyarikatan dalam memperkuat kapasitas muballigh yang berkompeten, berwawasan luas, dan mampu menjawab tantangan dakwah kontemporer.

Ketua PWM Sulawesi Tenggara melalui Bidang Tabligh menyampaikan bahwa Training Muballigh menjadi program pembinaan berkelanjutan untuk menyiapkan kader dakwah yang tidak hanya kuat dalam penguasaan materi keislaman, tetapi juga bijak dalam pendekatan sosial kemasyarakatan.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Dr. Alifuddin, M.A., M.Ag, yang menjadi pemateri utama, memaparkan konsep dakwah efektif dan komprehensif sesuai prinsip dakwah Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa dakwah Muhammadiyah harus berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, berorientasi pada pencerahan, serta dilakukan dengan pendekatan yang menggembirakan, mencerahkan, dan memberdayakan.

Menurutnya, konsep dakwah Muhammadiyah dalam pelaksanaan Training Muballigh mencakup beberapa aspek utama, yakni dakwah berbasis ilmu, dakwah berkemajuan, serta dakwah yang solutif terhadap persoalan umat. Muballigh Muhammadiyah dituntut untuk menyampaikan risalah Islam dengan argumentasi yang kuat, bahasa yang sejuk, dan metode yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Dakwah Muhammadiyah bukan sekadar ceramah, tetapi gerakan pencerahan. Muballigh harus mampu menghadirkan Islam sebagai solusi kehidupan, bukan sekadar wacana normatif,” ujarnya dalam sesi pemaparan materi.

Ia juga menjelaskan bahwa pendekatan dakwah Muhammadiyah menekankan prinsip amar ma’ruf nahi munkar dengan hikmah, keteladanan, dan penguatan amal usaha. Dakwah tidak berhenti di mimbar, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran ulama Muhammadiyah seperti KH Ahmad Dahlan yang menekankan dakwah sebagai gerakan pembaruan (tajdid), yakni mengembalikan ajaran Islam kepada kemurnian Al-Qur’an dan Sunnah sekaligus mendorong kemajuan umat melalui ilmu dan amal. Dakwah, menurut manhaj Muhammadiyah, harus rasional, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Pemikiran KH AR Fakhruddin, salah satu tokoh besar Muhammadiyah, juga menjadi rujukan dalam materi training, di mana dakwah ditekankan sebagai gerakan yang menyejukkan, tidak memecah belah, serta mengutamakan akhlak dan kebijaksanaan. Dakwah harus menggembirakan, tidak menakut-nakuti, dan mengajak dengan keteladanan.

Sementara itu, pemikiran Prof. Dr. Haedar Nashir dalam manhaj dakwah Muhammadiyah menekankan pentingnya dakwah berkemajuan, yaitu dakwah yang adaptif terhadap perubahan sosial, menguasai literasi digital, serta mampu menjawab problem modern seperti krisis moral, disinformasi, dan ketimpangan sosial.

Adapun maksud dan tujuan diselenggarakannya Training Muballigh Muhammadiyah ini antara lain untuk meningkatkan kualitas pemahaman keislaman kader dakwah, memperkuat manhaj dakwah Muhammadiyah, membentuk muballigh yang profesional dan berakhlak, serta membekali peserta dengan metode komunikasi dakwah yang efektif di tengah masyarakat majemuk.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader muballigh yang mampu menggerakkan dakwah pencerahan di berbagai lini kehidupan, memperluas jangkauan dakwah persyarikatan, serta memperkuat peran Muhammadiyah dalam memajukan umat dan bangsa.

Training Muballigh ini menjadi bagian dari komitmen PWM Sulawesi Tenggara dalam menyiapkan generasi dai yang berintegritas, moderat, dan berorientasi pada kemajuan peradaban Islam.

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *