DaerahPendidikan

Usai Viral Terkait Tindakan Amoral Calon Rektor, IMM FKIP UHO Gelar Demonstrasi di Ombudsman Sultra

380
×

Usai Viral Terkait Tindakan Amoral Calon Rektor, IMM FKIP UHO Gelar Demonstrasi di Ombudsman Sultra

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Ketua PK IMM FKIP UHO, IMMawati Wa Ode Azrina saat Melakukan Demonstrasi Usai Viral Terkait Dugaan Tindakan Amoral yang dilakukan Calon Rektor UHO. Foto : Media SultraIcon. Com.

KENDARI-SULTRAICON. COM. ||. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi demonstrasi dalam menyikapi Viralnya Calon Rektor UHO yang diduga terlibat kasus Amoral. Di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara, Senin, (26/5/2025).

Ketua umum PK IMM FKIP UHO, Wa Ode Azrina dalam orasinya mengatakan bahwa aksi yang dilakukan pada siang hari ini sebagai bentuk kekhawatiran pada pemilihan rektor Universitas Halu Oleo yang akan datang.

“Dalam dinamika demokrasi kampus, pemilihan rektor merupakan momentum strategis. Ia bukan sekedar urusan pergantian kepemimpinan, tetapi juga cermin dari integritas kampus dan kedewasaan hukum di lingkungan akademik. Tentunya harapan civitas akademika untuk mendapatkan pemimpin yang visioner, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif serta menjadi seorang pemimpin yang akan menjadi teladan banyak orang jadi harus memberikan contoh yang baik terutama persoalan moral dan integritas” tuturnya.

Sambung dia, namun sangat disayangkan, di tengah harapan itu malah muncul salah satu figur rektor yang dinilai sangat kontroversi yaitu mempunyai kelakuan tindakan amoral dimasa lalu, berdasarkan video viral yang tengah menjadi perbincangan publik. Tentunya tindakan ini jelas melanggar dan merusak integritas dan marwah UHO sebagai lembaga pendidikan terbesar dan terkemuka.

“Yang menjadi ketakutan kami ketika inisial (ARM), betul-betul terpilih menjadi Rektor UHO justru akan mencederai nilai-nilai demokrasi, integritas dan moral di dunia pendidikan, kemudian mosi tidak percaya kepada birokrasi UHO semakin besar. Meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus menjadikan ruang-ruang di dalamnya tidak lagi aman bagi mahasiswi” ucapnya dengan penuh kekhawatiran.

Tentunya hal itu juga memunculkan berbagai tanggapan dan rasa cemas ketika mempunyai pemimpin yang dinilai cacat bermoral. Meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus menjadikan kampus bukan lagi tempat yang aman buat kalangan mahasiswi. Setidaknya adanya calon pemimpin baru itu dapat memberikan harapan baru untuk meminimalisir atau menghilangkan kasus-kasus pelecehan yang ada di dalam kampus tersebut.

“Hal ini juga dapat di perkuat dengan laporan Koalisi Pemerhati Perempuan dan Anak (KPPA) Sultra kepada ketua Ombudsman RI. Dan kepala Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Tenggara terkait dugaan tindakan amoral yang diduga dilakukan calon Rektor UHO (ARM)” tutupnya. *(Red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *