Daerah

Bongkar Sistem Absensi, Wagub Hugua Temukan Kejanggalan di OPD

218
×

Bongkar Sistem Absensi, Wagub Hugua Temukan Kejanggalan di OPD

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Provinsi Sultra

KENDARI — SULTRAICON.COM.|| Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Provinsi Sultra, Rabu (20/8/2025). Sidak berlangsung sejak pukul 07.30 WITA, diawali apel pagi yang dipimpin langsung oleh Wagub di halaman kantor.

Turut hadir mendampingi, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Sultra Sukanto Toding, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Nur Saleh, Asisten III Bidang Administrasi Umum La Haruna, serta Kepala Disketapang Sultra Ari Sismanto. Kehadiran sejumlah pejabat ini memberi bobot tersendiri pada apel pagi yang digelar.

Dalam arahannya, Hugua menekankan bahwa apel pagi bukan sekadar formalitas absensi. Ia menegaskan, apel harus menjadi sarana pembinaan disiplin, doa, dan pembentukan budaya kerja positif bagi ASN.

“Apel itu jangan sekadar hadir absen. Nilai utama apel adalah doa. Dengan doa, kita memohon kesehatan, keselamatan, dan keberkahan bagi keluarga serta bangsa,” tegasnya di hadapan ASN Disketapang.

Selain doa, Wagub juga mendorong agar apel rutin diisi dengan pembacaan buku atau artikel motivasi. Menurutnya, membaca adalah kebutuhan bagi ASN dalam mengembangkan diri. “Banyak yang merasa cukup pintar karena sarjana, tetapi tidak lagi membaca. Padahal membaca adalah kebutuhan,” imbuhnya.

Hugua bahkan meminta agar setiap Kepala Bidang menyampaikan satu pesan singkat dari buku motivasi atau artikel dalam setiap apel. Dengan begitu, suasana apel tidak monoton, melainkan selalu memberi nilai tambah.

Dalam kesempatan itu, Kepala Disketapang Sultra Ari Sismanto melaporkan jumlah pegawainya sebanyak 64 orang, termasuk yang bertugas di UPTD dan kios pangan. Dari jumlah tersebut, tercatat tingkat kehadiran ASN mencapai 87 persen, sementara sebagian lainnya sedang cuti atau bertugas mengikuti Gerakan Pangan Murah di Konawe.

Wagub pun mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, tingkat kehadiran di atas 75 persen menunjukkan budaya disiplin mulai tumbuh. “Kalau disiplin sudah jadi budaya, maka Sultra ke depan akan semakin maju,” ucapnya.

Namun, di balik apresiasi itu, Hugua juga membongkar adanya kejanggalan dalam sistem absensi. Ia menyoroti perbedaan hasil antara absensi manual dan elektronik di beberapa OPD. “Ada fenomena unik. Manualnya bisa peringkat 11, tapi elektroniknya peringkat 1. Ini membingungkan dan seolah-olah bisa disiasati,” ungkapnya.

Menurut Hugua, absensi elektronik adalah data yang sah secara aturan, sementara manual hanya sebagai pendukung. Karena itu, ia meminta Satpol PP dan pejabat pengawas lebih tegas memastikan pencatatan kehadiran dilakukan secara objektif. “Jangan ada ruang manipulasi. Disiplin ASN harus jujur dan terukur,” tegasnya.

Wagub juga mengaitkan pentingnya disiplin ASN dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa bangsa yang maju ditandai dengan masyarakat yang disiplin, sehat, dan berkarakter. “ASN yang disiplin adalah kunci melahirkan generasi cerdas, sehat, dan berakhlak mulia,” katanya.

Usai apel, Hugua bersama rombongan mengecek sejumlah ruangan di Kantor Disketapang. Agenda sidak kemudian berlanjut dengan kunjungan ke Klinik Hewan milik Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra di Jalan Abunawas, Kendari. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *